Di tulisan kali ini, aku akan coba menceritakan tentang acara Lebaran kemarin. Sebenarnya tidak ada yang spesial di keluarga kami terkait tradisi Lebaran. Pilihannya antara kunjung-kunjung tetangga, atau silaturahim saudara.
Nah, karena tahun ini kami Lebaran di Sukabumi, di rumah ibuku, kedua hal ini malah tidak dilakukan. Haha. Karena rumah ibuku tetangganya hanya sedikit dan pada mudik. Saudara pun tak ada lagi, hanya keluargaku, kakakku, dan adikku yang berkumpul, dan lengkaplah kami. Alhamdulillah.
Karena kami tidak ada acara apa-apa setelah solat Idulfitri, kakakku mulai ngide. “Daripada cuma gegoleran dan makan ketupat seharian, gimana kalau jalan-jalan ke Sukabumi kota aja?” Dan ide itu disambut oleh suamiku yang ayo-ayo aja. Jadilah kami mendadak jalan-jalan ke Goalpara Tea Park.
Kami jalan dari rumah sekitar pukul 10, dan karena jalanan relatif lancar, jam 12 teng kami sudah sampai Kota Sukabumi. Tidak langsung ke Goalpara, kami mampir dulu di Wizz Mie untuk makan siang. Untungnya tidak terlalu ramai karena tempatnya juga baru buka jam 12.
Setelah makan siang dan solat, kami lanjut sesuai rencana ke Goalpara. Walaupun waktu sudah hampir setengah tiga sore, dan wahana di Goalpara tutup jam lima, kami tetap melaju. Ya, karena tanggung juga, mau ke mana lagi?
Tibalah di Goalpara Tea Park, alhamdulillah. Tempat ini sebenarnya bukan tempat baru bagi kami karena Lebaran tahun lalu pun jalan-jalan ke sini juga. Bedanya, tahun lalu itu cuaca sedang hujan, bahkan kabut sampai turun. Pengunjungnya juga ramai. Kali ini berbeda. Cuaca cerah, dan karena di pegunungan jadi terasa adem sejuk. Pengunjungnya tidak ramai, kami bisa naik wahana tanpa antri.
Goalpara Tea Park ini dibangun di tengah kebun teh yang sangat luas, ya. Di dekat tempat parkir mobil ada area hewan-hewan, seperti mini zoo. HTM-nya hanya 20 ribu untuk dewasa dan 15 ribu untuk anak-anak. Hewannya pun lucu-lucu lho, ada burung unta, alpaca, lalu domba-domba kecil, kuda (atau keledai ya?). Sebagian hewan dilepas begitu saja, dan memang jinak, anak-anak bisa memberi makan hewan-hewan ini.
Dari area parkir ada shuttle car untuk ke main area. Selain ada foodcourt, vila, dan cafe, di sini ada wahana seperti flying fox, perahu bebek, mountain car, rainbow slide, ATV, dan roller coaster mini. Kalau beli tiket terusan, bisa naik semua wahana. Kalau bukan tiket terusan, tiap kali naik wahana harus beli tiket dulu. Tiket wahana termasuk murah, sekitar 20-40 ribu, kecuali ATV 75 ribu.
Setelah puas (dan gempor) bermain wahana ini itu, kami langsung ciao mencari tempat makan lagi. Pilihan jatuh ke Kopi Nako yang terletak di Jalan Selabintana (kalau tidak salah). Tempatnya outdoor, luas, pilihan menu cukup banyak. Kami mengisi perut sekalian juga solat.
Sekitar pukul setengah delapan malam, kami pun jalan pulang ke rumah ibu lagi.
Alhamdulillah lagi-lagi jalanan lancar, perjalanan hanya memakan waktu satu jam lebih sedikit. Padahal tahun-tahun sebelumnya, kami selalu terjebak macet berjam-jam di jalan utama Sukabumi ini. Mungkin karena masih hari pertama Lebaran, belum banyak orang wisata ke Pelabuhan Ratu atau Selabintana, jadi jalanan masih aman.
Dan begitulah cerita Idulfitri tahun 2026 ini. Alhamdulillah, anak-anak senang, semua senang walaupun tentu saja capek ya gaes. Hahaha.


